rev_slider alias="slider-1"
Posting pekerjaan

Polres Mukomuko Kembali Ungkap Kasus Narkotika

Mukomuko-Satuan Narkotika (Satnarkoba) Polres Mukomuko berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkotika Golongan jenis ganja yang melintasi Provinsi.

Pelaku yang diamankan memiliki inisial (MY) dengan usia 38 tahun, bekerja sebagai Nelayan, beralamat di Desa Pulau Baru, Kecamatan Ipuh. Selain itu, satu pelaku lagi berinisial (RM) yang berusia 25 tahun, bekerja sebagai Buruh Harian Lepas, beralamat di Desa Sari Bulan, Kecamatan Air Dikit.

Pada hari Senin, 18 Maret 2024, sekitar pukul 19.00 WIB, petugas Satres narkotika Polres Mukomuko menerima informasi dari masyarakat Desa Lubuk Pinang, Kecamatan Lubuk Pinang, tentang adanya aktivitas kejahatan narkotika di wilayah tersebut. Dalam menindaklanjuti informasi tersebut, sekitar pukul 22.00 WIB, petugas bergerak menuju Desa Lubuk Pinang untuk melakukan penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh selama penyelidikan, terduga pengedar narkotika jenis ganja sedang membawa barang haram tersebut dari Provinsi Sumatera Barat menuju Kabupaten Mukomuko, menggunakan mobil travel antar Provinsi (Padang – Bengkulu). Dengan segera, petugas melaksanakan razia di Jalan lintas Sumatera Barat – Bengkulu di Polsek Lubuk Pinang terhadap mobil travel yang melintas dari Provinsi Sumatera Barat menuju Bengkulu.

Pada hari Selasa, tanggal 19 Maret, sekitar pukul 02.00 WIB, petugas berhasil mengamankan dan melakukan tindakan kepolisian terhadap salah seorang penumpang travel dari Sumatera Barat menuju Ipuh dengan inisial MY. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa 1 paket narkotika jenis ganja dibungkus plastik berwarna hitam yang disembunyikan di dalam celana dalam pelaku, serta barang lainnya seperti handphone, dan kertas-kertas.

Pelaku beserta barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polres Mukomuko untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, sesuai pernyataan Kasat Narkoba Iptu Suprapto SH MH.

Pelaku kedua, berinisial (RM) 25 tahun, yang merupakan buruh harian lepas, juga berhasil diamankan oleh petugas Satres narkotika pada hari Senin, tanggal 15 April 2024, sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat di Desa Air Dikit tentang seringnya tindak pidana narkotika jenis ganja di daerah tersebut, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pada saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang cukup untuk menjerat pelaku kedua ini dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya sama dengan pelaku pertama, yaitu paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *